HASIL
PENGAMATAN
A. Ekosistem Persawahan Perum UNS
Triyagan IV, Mojolaban, Sukoharjo
No
|
Nama spesies
|
Jumlah populasi
|
1
|
Pycnonotus aurigaster
nama lain: kutilang
|
sedikit
|
2
|
Prinia inornata blanfordi
nama lain: prenjak padi
|
banyak
|
3
|
Paser montanus
nama lain: gereja erasia
|
banyak
|
4
|
Coturnix chinensis
nama lain: puyuh batu
|
sedikit
|
5
|
Lonchara maja
nama lain: bondol haji
|
sedikit
|
6
|
Amandava amandava
nama lain: pipit benggala
|
banyak
|
7
|
Apus affanis
nama lain: kapinis rumah
|
sedang
|
8
|
Lanchura leucogastroides
nama lain: bondol jawa
|
sedikit
|
B. Ekosistem Perumahan
Jebres, Surakarta
No
|
Nama spesies
|
Jumlah populasi
|
1
|
Collocolia esculenta
nama lain: walet sapi
|
Sedang
|
2
|
Passer montanus
nama lain: gereja erasia
|
Sedang
|
3
|
Columba livia
nama lain: merpati
|
Sedang
|
4
|
Lonchura leucogastroides
nama lain: bondol jawa
|
Sedang
|
5
|
Ardeofa spesiosa
nama lain: blekok sawah
|
Sedikit
|
6
|
Pycnonotus aurigaster
nama lain: kutilang
|
Sedang
|
C. Ekosistem Pepohonan
FKIP UNS, Surakarta
No
|
Nama spesies
|
Jumlah populasi
|
1
|
Collocolia esculenta
nama lain: walet sapi
|
banyak
|
2
|
Passer montanus
nama lain: gereja erasia
|
sedikit
|
3
|
Collocalia
fuciphaga
nama lain: walet sarang putih
|
sedikit
|
4
|
Corvus
unicolor
nama lain: gagak banggai
|
banyak
|
5
|
Hirundo
tahitica
nama lain: layang-layang batu
|
sedikit
|
D. Ekosistem Terminal
Tertonadi, Surakarta
No
|
Nama spesies
|
Jumlah populasi
|
1
|
Columba livia
nama lain: merpati
|
sedikit
|
2
|
Collocalia esculenta
nama lain: walet sapi
|
banyak
|
3
|
Passer montanus
nama lain: gereja erasia
|
sedang
|
4
|
Lonchura leucogastroides
nama lain: bondol jawa
|
sedikit
|
5
|
Streptopelia bitorquata
nama lain: dederuk jawa
|
sedikit
|
E.
Ekosistem Kebun Teh, Kemuning
No
|
Nama spesies
|
Jumlah populasi
|
1
|
Streptopelia chinensis
nama lain: tekukur
|
sedikit
|
2
|
Lanius schach
nama lain: bentet kelabu
|
sedang
|
3
|
Todirhamphus chloris
nama lain: cekakak sungai
|
sedikit
|
4
|
Pycnonotus aurigater
nama lain: cucak kutilang
|
sedang
|
5
|
Collocalia esculenta
nama lain: walet sapi
|
banyak
|
6
|
Lanius cristatus
nama lain: bentet coklat
|
sedikit
|
7
|
Apus affinis
nama lain: kapinis rumah
|
banyak
|
8
|
Pycnonotus aurigater
nama lain: cucak kutilang
|
sedang
|
9
|
Cacomantis merulinus
nama lain: pipit ganthil
|
banyak
|
F.
Ekosistem Sungai Bengawan Solo, Pucang Sawit, Surakarta
No
|
Nama spesies
|
Jumlah populasi
|
1
|
Lonchura leucogastroides
nama lain: bondol jawa
|
banyak
|
2
|
Collocalia esculenta
nama lain: walet sapi
|
banyak
|
3
|
Columba livia
nama lain: merpati
|
sedikit
|
G.
Ekosistem Perumuhan Karanganyar
No
|
Nama spesies
|
Jumlah populasi
|
1
|
Streptopelia chinensis
nama lain: derkuku
|
sedang
|
2
|
Collocalia esculenta
nama lain: walet sapi
|
banyak
|
3
|
Lonchura leucogastroides
nama lain: bondol jawa
|
banyak
|
4
|
Bubulcus ibis
nama lain: kuntul kerbau
|
sedang
|
H.
Ekosistem Taman Balai Kambang, Surakarta
No
|
Nama spesies
|
Jumlah populasi
|
1
|
Pycnonotus aurigaster
nama lain: kutilang
|
sedikit
|
2
|
Paser montanus
nama lain: gereja erasia
|
sedang
|
3
|
Apus affanis
nama lain: kapinis rumah
|
banyak
|
4
|
Prinia familiaris
nama lain: prenjak jawa
|
sedikit
|
I. Ekosistem Barat FSSR UNS, Surakarta
No
|
Nama spesies
|
Jumlah populasi
|
1
|
Apus apus
nama lain: walet
|
banyak
|
2
|
Pycnonotus aurigaster
nama lain: kutilang
|
sedang
|
3
|
Passer montanus
nama lain: gereja erasia
|
sedang
|
J. Ekosistem Taman Urban
Forest Pucang Sawit, Surakarta
No
|
Nama spesies
|
Jumlah populasi
|
1
|
Collocalia linchi
nama lain: walet linchi
|
banyak
|
2
|
Dicaeum trochileum
nama lain: cabe jawa
|
sedang
|
3
|
Todirhampus chloris
nama lain: cekakak sungai
|
sedikit
|
4
|
Prinia polychroa
nama lain: perenjak coklat
|
sedikit
|
5
|
Cacomantis merulinus
nama lain: wiwik kelabu
|
sedikit
|
6
|
Cacomantis sepulclaris
nama lain: wiwik uncuing
|
sedikit
|
No
|
Nama spesies
|
Jumlah populasi
|
1
|
Collocalia linchi
nama lain: walet linchi
|
banyak
|
2
|
Pycnonotus aurigaster
nama lain: kutilang
|
banyak
|
3
|
Dicaeum trochileum
nama lain: cabai jawa
|
sedang
|
4
|
Lonchura punctulata
nama lain: pipit
|
sedang
|
5
|
Halcyon cyanoventris
nama lain: cekakak jawa
|
sedikit
|
6
|
Passer montanus
nama lain: gereja erasia
|
banyak
|
7
|
Apus sp.
nama lain: sriti
|
sedang
|
8
|
Todirhamphus chloris
nama lain: cekakak sungai
|
sedikit
|
9
|
Aegithina tiphia
nama lain: cipoh kacat
|
sedikit
|
10
|
Cypsiurus balasiensis
nama lain: walet palem asia
|
sedang
|
11
|
Streptopelia chinensis
nama lain: tekukur
|
sedikit
|
12
|
Lanius schach
nama lain: bentet kelabu
|
sedikit
|
13
|
Columba livia
nama lain: merpati
|
sedikit
|
L. PENGAMATAN BURUNG
KAWASAN WADUK MULUR, KABUPATEN SUKOHARJO
No
|
Nama lokal
|
Nama ilmiah
|
Jumlah
|
1
|
Walet Sapi
|
Collocalia esculenta
|
Banyak
|
2
|
Bondol Jawa
|
Lonchura leucogastroides
|
Banyak
|
3
|
Cekakak Sungai
|
Halcyon chloris
|
Sedikit
|
4
|
Kutilang
|
Pycnonotus aurigaster
|
Banyak
|
5
|
Bambangan Coklat
|
Ixobrychus eurhythmu
|
Sedang
|
6
|
Mandar Batu
|
Gallinula chloropus
|
Sedikit
|
7
|
Kuntul Kerbau
|
Bubulcus ibis
|
Sedang
|
8
|
Blekok Sawah
|
Ardeola speciosa
|
Sedikit
|
9
|
Tekukur biasa
|
Streptopelia chinensis
|
Sedang
|
10
|
Bentet Kelabu
|
Lanius schach
|
Sedikit
|
11
|
Wiwik Kelabu
|
Cacomantis merulinus
|
Sedikit
|
12
|
Gereja Erasia
|
Passer montanus
|
Banyak
|
13
|
Cabe Jawa
|
Dicaeum trochileum
|
Sedikit
|
14
|
Cabe Gesit
|
Dicaeum agile
|
Sedikit
|
15
|
Prenjak Padi
|
Prinia inornata
|
sedikit
|
PEMBAHASAN
Pada
pengamatan burung (birdwatching) ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman
penyebaran spesies burung yang menghuni suatu ekosistem. Persebaran jenis
burung dipengaruhi oleh ketersediaan
pakan, perilaku makan dan
perilaku hidup, makanan, air, pelindung, dan ruang lingkup merupakan kebutuhan yang
penting bagi kehidupan burung yang terbentuk dalam suatu
habitat (Abas,1980). Pengamatan ini
dilakukan dengan mengambil beberapa sampel ekosistem seperti persawahan,
perumahan, dan wilayah perairan.
Pengamatan burung di ekosistem persawahan
banyak didominasi burung pemakan biji seperti
prenjak padi (Prinia inornata blanfordi),
gereja erasia (Paser montanus) dan
pipit benggala (Amandava amandava). Burung-burung
tersebut paling dominan di wilayah persawahan karena dipengaruhi tersedianya
makanan yang cukup. Burung seperti prenjak padi dan pipit benggala banyak
ditemukan di ekosistem persawahan karena kebiasaannya yang suka makan biji
padi.
Burung
yang menghuni ekosistem perumahan keanekaragaman spesiesnya lebih sedikit. Hal
tersebut dapat dipengaruhi karena sedikitnya pohon dan kurangnya ketersedin
makanan. Keanekaragaman dan keseimbangan jenis burung yang ditemui
berhubungan dengan banyaknya
lapisan tajuk tumbuhan di suatu ekosistem (Hel vort, 1984).
Pengamatan
yang dilakukan pada ekosistem dekat perairan seperti bengawan Solo, taman urban
forest dan wilayah waduk mulur banyak terdapat spesies yang khas seperti
cekakak sungai (Todirhampus chloris).
Spesies tersebut sering ditemukan di wilayah dekat sungai karena burung
tersebut tipe burung pemakan ikan dan udang.
Pengamatan burung yang dilakukan dilingkungan kampus maupun
taman-taman perkotaan burung yang mendominasi seperti cucak kutilang, cabe, dan
gereja erasia. Burung-burung tersebut keanekaragamannya masih cukup banyak.
Burung Cabe jawa ini mudah ditemui karena kebiasaannya yang suka hinggap di
pohon-pohon yang rindang dan terutama yang terdapat benalunya. Burung tersebut
suka makan biji benalu dan biji karsen. Cucak kutilang ini juga burung yang
mudah ditemukan dierbagai tempat karena kebiasaannya sering terbang maupun
bertengger secara berkelompok dan mengeluarkan suara yang berisik. Burung
tersebut tipe burung pemakan buah, jadi banyak ditemukan di daerah yang
terdapat pohon berbuah.
Bailey (1984) menyatakan
bahwa kelengkapan habitat
terdiri dari berbagai jenis
termasuk makanan, perlindungan dan faktor lain yang diperlukan oleh jenis satwa
untuk bertahan hidup.
Beberapa faktor yang
menentukan keberadaan burung adalah
ketersediaan makanan, tempat
untuk beristirahat, bermain, berkembang biak, bersarang,
bertengger, dan berlindung. Untuk hidup di dalam suatu habitat, burung
memerlukan syarat-syarat tertentu seperti kondisi habitat yang cocok, baik, dan
aman dari segala gangguan (Ontario et al. 1991).
Kekayaan jenis burung di suatu tempat tidak tersebar merata tetapi
tinggi di beberapa habitat tertentu danrendah di habitat lainnya
(Sujatnika et al.1995). Krebs
(1978) menyebutkan bahwa
ada 6 faktor
penting yang berkaitan
dengan keanekaragaman jenis suatu
komunitas yaitu waktu,
keragaman, ruang, persaingan, pemangsaan dan
kestabilan lingkungan serta
produktivitas. Selain itu, stratifikasi tajuk juga merupakan
faktor yang mempengaruhi
keanekaragaman jenis burung (Sayogo, 2009). Penutupan tajuk,
tinggi tajuk, dan keanekaragaman jenis pohon juga menentukan keanekaragaman
jenis burung di suatu tempat.
Burung walet (Collocalia sp.)
merupakan jenis burung yang banyak ditemukan diberbagai ekosistem. Burung ini
makan serangga kecil, memiliki kebiasaan jarang bertengger. Burung yang banyak
ditemukan selain walet yaitu burung gereja erasia. Gereja erasia (Passer montanus) merupakan jenis burung
yang mudah ditemukan diberagai ekosistem. Kebiasaannya adalah berasosiasi dekat
dengan manusia. Hidupnya berkelompok di sekitar rumah ataupun gudang. Kala
mencari makan ia berada di tanah dan lahan pertanian dengan mematuki biji-biji
kecil atau beras.
Burung gereja-erasia (Passer montanus) yang bagi sebagian orang
dianggap biasa, memiliki kelebihan tersendiri. Kemampuannya berkoloni dan
bandel karena tidak alergi dekat manusia atau diistilahkan human dominated
ecosystem adalah keistimewaannya. Tak heran, jika jenis ini paling banyak
dijumpai di kota-kota besar Indonesia.
Selain tujuan dan manfaat yang telah disebutkan, RTH kota juga
merupakan salah satu komponen
habitat berbagai jenis satwaliar
terutama burung. Menurut Prasetyo dan Hernowo (1990),
jenis-jenis burung yang umumnya dijumpai pada RTH kota di
Pulau Jawa diantaranya
cabe jawa (Dicaeum trochileum), perenjak jawa (Prinia familiaris), dan
bondol jawa (Lonchura leucogastroides). Sedangkan
beberapa jenis burung
tipe perkotaan yaitu gereja
erasia (Passer montanus), layang-layang
batu (Hirundo tahitica), dan
perenjak jawa (Prinia familiaris) (Ontario
et al. 1991).
Van Balen (1999) menjelaskan bahwa gangguan terhadap burung
disebabkan oleh tekanan pertumbuhan
populasi manusia sehingga
berpengaruh juga terhadap kelimpahan dan
distribusi burung-burung di
hutan. Besarnya jumlah
penduduk dan meningkatnya
eksploitasi terhadap sumberdaya yang
memiliki nilai ekonomi, maka tidak
dapat dipungkiri bahwa
hutan didesak sampai
ke puncak gunung
yang paling tinggi, burung-burung
diburu untuk dimakan, untuk olahraga atau dijual (MacKinnon et al. 1998).
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil data dari pengamatan burung diberbagai ekosistem terdapat keanekaragaman
jenis burung yang berbeda-beda. Jenis burung yang banyak ditemui diberbagai
ekosistem antara lain gereja erasia, cucak kutilang dan jenis burung walet.
Jenis burung yang menghuni suatu ekosistem salah satu faktor yang mempengaruhi
adalah ketersediaan makanan.
DAFTAR PUSTAKA
Abas, Y.
1980. Inventarisasi Satwa Burung dan
Studi Pengetahuan Habitat Ter-
hadap Populasi dan
Keragaman Jenis Burung
di Taman Nasional
Gu- nung Gede Pangrango. Departemen
Manajemen Hutan, Fakultas Kehu-tanan Institut Pertanian Bogor. Tidak diterbitkan.
Helvort,
V.B. 1981. A Study
on Bird Population
in The Rural Ecosystem
of West
Java, Indonesia a Semi
Quantitative Approach. Nature
Conservation Dept. Agriculture University Wageningen-The
Netherand.International Union Conservation
of Natural and
Natur Reserve (IUCN). 2007. Red
List Data Book
of Endangered Species. USA.
Krebs
CJ. 1978. Ecology: The experimental analysis of distribution and abundance.
Harper & Row Publishers, New York.
MacKinnon,
J., Karen P. dan B. van Balen. 1998. Burung-burung di
Sumatera,
Jawa,
Bali dan Kalimantan. Seri Panduan
Lapangan, LIPI –Birdlife.
Sujatnika, Jepson P, Soehartono TR,
Crosby MJ dan Mardiastuti A, 1995. Melestarikan
Keanekaragaman Hayati Indonesia: Pendekatan Daerah Burung Endemik. Jakarta:
PHPA/ BirdLife International-Indonesia Programme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar